Kamis, 20 Juni 2013
Hidayatullah.com--Forum Ruju' Ilal Haq (FRIH), wadah kumpulan mantan jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)/Islam Jamaah menolak gerak mereka disebut provokatif.
"Kami
mantan LDII berusaha menyelamatkan dan membentengi umat dari akidah
Islam Jamaah yang sudah dilarang Kejaksaan Agung tahun 1971 dan
difatwakan sesat oleh MUI," kata Adam Amrullah, Sekretaris Jendral FRIH
kepada hidayatullah.com Kamis (20/06/2013).
Adam
menyatakan hal ini, karena usai aksi penyerangan LDII terhadap kajian
mahasiswa masjid kampus Universitas Ibnu Khaldun Bogor (15/06/2013),
LDII menyebut pihak yang mengaitkan LDII dengan ajaran Islam Jamaah
-yang mengafirkan muslim di luar jamaahnya- adalah provokator.
Kata
Adam, FRIH punya bukti LDII masih terus mengajarkan ajaran Islam
Jamaah, baik rekaman suara, dokumen tulisan, foto. Di antaranya ucapan
Ketua Umum DPP Abdullah Syam sendiri di Acara Internal Cinta Alam
Indonesia (salah satu topeng LDII / Islam Jamaah ):
http://www.rujuilalhaq.blogspot.com/2013/01/ketua-ldii-membongkar-rahasia-ajaran.html.
Katanya, FRIH juga punya saksi-saksi hidup mantan pejabat tinggi LDII seperti mantan Wakil Amir, pengurus DPP dan DPD LDII.
"Kami punya rekaman yang membuktikan bahwa LDII memang merencanakan penyerbuan," pungkas Adam.*
Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar
DAKWAH ADALAH JALAN PANJANG YANG WAJIB DITEMPUH ORANG YANG BERAKAL. DENGAN IMAN, ILMU DAN AKHLAK KITA AKAN KUAT DI JALAN DAKWAH.
Minggu, 23 Juni 2013
Kasus Masjid Al-Hijri UIKA dan Pengalaman Saya dengan LDII
Rabu, 19 Juni 2013
SERANGAN Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap pengajian mahasiswa di masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) telah direncanakan. Hal itu diakui oleh pihak LDII yang hidayatullah.com temui di Bogor, Senin (17/06/2013).
Guntur Freddy, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, komplek DPD LDII Kota Bogor mengatakan, serangan terhadap seminar itu sudah diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar. (hidayatullah.com, Senin, 17 Juni 2013)
Kasus aliran LDII mengamuk di Masjid UIKA itu telah resmi dilaporkan ke poilisi.
Pihak yang melaporkan LDII ke Polresta Bogor adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA dan IMM Jabar, atas penganiyaan 5 anggota mereka; dan pihak DKM Masjid al-Hijri UIKA atas perusakan masjid.
Perlu diketahui, penyerangan LDII terhadap pengajian di Masjid-masjid selama ini telah berkali-kali di berbagai daerah. Saya (Hartono Ahmad Jaiz) bahkan telah berkali-kali diserang ketika sedang memberikan materi pengajian di beberapa Masjid.
Di antaranya di Masjid IPB Dermaga Bogor, di Masjid Pertamina Prabumulih Sumatera Selatan saat itu dengan Pak Amin Djamaluddin, mereka melempari kami dengan air gelasan dan mengenai pejabat yang duduk di sampaing saya, mereka merebut mick pengeras suara lalu berteriak-teriak hingga sangat gaduh maka pengajian batal.
Juga di satu Masjid di Ciracas Jakarta Timur, massa LDII berteriak-teriak, gaduh, lalu merangsek dan mengejar saya untuk dipukuli, Alhamdulillah tidak kena, tetapi kemudian beberapa panitia diinjak-injak dan dipukuli, hingga Irfan seorang panitia pipinya bengeb dan menghitam sampai berhari-hari.
Di Masjid Agung Karanganyar (timur Solo) Jawa Tengah, massa LDII yang jumlahnya ribuan mengepung masjid lalu ternyata memukuli 7 panitia yang mendampingi saya, yakni remaja masjid. Bahkan ketika saya masuk ke mobil polisi untuk agar aman untuk dievakuasi pun mobil itu masih dilempari. Dan insiden-insiden lainnya.
Orang LDII yang berdatangan di pengajian dalam masjid untuk berbuat kekacauan itu biasanya berteriak-teriak sangat gaduh, agar pengajian bubar. Lalu mereka tanpa sama sekali menghormati masjid, mengamuk dengan semaunya. Seperti ketika di masjid IPB Bogor, berkas-berkas catatan saya pun diacak-acak, gelas-gelas berjatuhan hingga ada bercak-bercak darah bekas insiden itu.
SERANGAN Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terhadap pengajian mahasiswa di masjid al-Hijri Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) telah direncanakan. Hal itu diakui oleh pihak LDII yang hidayatullah.com temui di Bogor, Senin (17/06/2013).
Guntur Freddy, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, komplek DPD LDII Kota Bogor mengatakan, serangan terhadap seminar itu sudah diinstruksikan oleh Ketua PC LDII Tanah Sereal, Iskandar. (hidayatullah.com, Senin, 17 Juni 2013)
Kasus aliran LDII mengamuk di Masjid UIKA itu telah resmi dilaporkan ke poilisi.
Pihak yang melaporkan LDII ke Polresta Bogor adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA dan IMM Jabar, atas penganiyaan 5 anggota mereka; dan pihak DKM Masjid al-Hijri UIKA atas perusakan masjid.
Perlu diketahui, penyerangan LDII terhadap pengajian di Masjid-masjid selama ini telah berkali-kali di berbagai daerah. Saya (Hartono Ahmad Jaiz) bahkan telah berkali-kali diserang ketika sedang memberikan materi pengajian di beberapa Masjid.
Di antaranya di Masjid IPB Dermaga Bogor, di Masjid Pertamina Prabumulih Sumatera Selatan saat itu dengan Pak Amin Djamaluddin, mereka melempari kami dengan air gelasan dan mengenai pejabat yang duduk di sampaing saya, mereka merebut mick pengeras suara lalu berteriak-teriak hingga sangat gaduh maka pengajian batal.
Juga di satu Masjid di Ciracas Jakarta Timur, massa LDII berteriak-teriak, gaduh, lalu merangsek dan mengejar saya untuk dipukuli, Alhamdulillah tidak kena, tetapi kemudian beberapa panitia diinjak-injak dan dipukuli, hingga Irfan seorang panitia pipinya bengeb dan menghitam sampai berhari-hari.
Di Masjid Agung Karanganyar (timur Solo) Jawa Tengah, massa LDII yang jumlahnya ribuan mengepung masjid lalu ternyata memukuli 7 panitia yang mendampingi saya, yakni remaja masjid. Bahkan ketika saya masuk ke mobil polisi untuk agar aman untuk dievakuasi pun mobil itu masih dilempari. Dan insiden-insiden lainnya.
Orang LDII yang berdatangan di pengajian dalam masjid untuk berbuat kekacauan itu biasanya berteriak-teriak sangat gaduh, agar pengajian bubar. Lalu mereka tanpa sama sekali menghormati masjid, mengamuk dengan semaunya. Seperti ketika di masjid IPB Bogor, berkas-berkas catatan saya pun diacak-acak, gelas-gelas berjatuhan hingga ada bercak-bercak darah bekas insiden itu.
Kamis, 13 Juni 2013
SUATU PROSES TERKADANG BERTANYA
Pada
pikiran, dengan ilmunya
Pada
mata, dengan penglihatannya
Pada
tangan, dengan pegangannya
Pada
kaki, dengan langkahnya
Pada
hati, dengan kepemimpinannya
pada
takdir, dengan hak keikutsertaannya
pada jasad yang menurutinya..
Dengan
apa kita akan sampai ?
Bila
Jejak kaki, tak mau kompromi
Bila
sang pikir, malas berdiskusi
Bila
sang fajar, diabaikan
Bila
sang waktu, dilalaikan
Bila
usia, di sia kan
Bila
sang Esa, tak sadar di duakan
Proses
menunggu jawab..
Bersama
waktu yang kian maju
Bersama
dunia yang kian menua
Bersama
hidup yang kian mati..
Oleh : Lidia Fuji Rahayu
HIKMAH
Bismillaahirrahmanirrahiim..
Dengan
rahmat dan rahim Allah yang tiada pernah terputus..
Alhamdulillah
ku ucap syukur atas segala hikmah yang telah ditampakkan
Sungguh
hikmah itu lebih berharga daripada harta karun yang telah orang-orang temukan
Hikmah
itu bagai keseimbangan antara dua alam
Dapat
melihat secara hakikat
Dan
dapat dilihat secara makrifat
Semakin
dalam ku menyelam, semakin dalam kutenggelam
semakin ku temukan Sang Penggenggam Kehidupan
Semakin
keras ku mencari, semakin deras ku arungi samudra hidup ini
semakin
bisa kutemukan cahaya hikmah Allah yang terus
menyala di setiap akhir episode
kejadian
Dunia..
Engkau tiada pernah mampu menjerat
Lalu
lalang peristiwa memilukan ,kan ditemui tiadalah arti
Seiring
ketabahan yang diputuskan, Akhirat yang jadi tujuan
Alhamdulillah
ya Allah atas hikmah yang begitu dalam.. J
Oleh : Lidia
Fuji Rahayu
WAHAI IMAN
Wahai iman..
Wahai
mutiara yang tersimpan di kedalaman
Menetaplah
,jangan tinggalkan kami
Terangilah,
jangan redupkan hati kami
Wahai
yang tiada dapat diwarisi..
Semua
kosong tanpa ada yang mengisi
Semua
akan terisi jika dirimu yang mengisi
Tiadalah
arti selain dirimu yang sangat berarti
O,
iman..
Yang
tak terlihat namun nyata tampak
Bahkan
keringatpun rasakannya
Hati
mengikrarkannya
Anggota
badan jadi pengamalannya
oleh: Lidia Fuji Rahayu
Minggu, 19 Mei 2013
BEHAVIOUR FOR US KEPRIBADIAN = BERPIKIR + BERSIKAP
oleh : Lidia Fuji Rahayu (sek. kaderisasi IMM Ibn Khaldun Bogor)
KEHIDUPAN yang kita jalani ini
banyak dihiasi dengan berbagi macam fenomena prilaku manusia. Coba deh, kita
flash back hari ini aja, berapa macam tingkah manusia yang kita jumpai? Dari
mulai anak-anak sekolahan yang gila tawuran. Ibu penjual asongan yang tetap
giat cari uang di tenga hujan. Cowok gagah yang enggan ngasih tempat duduk buat
ibu hamil yang kepayahan. Manusia yang cuek bebek ngerokok padahal jelas
orang-orang di depan, di kanan, dan di sebelah kirinya megap-megap di tengah
kepulan asap rokoknya yang pekat. Manusia yang gampang naik darah Cuma karena
enggak sengaja kepalanya tersenggol tas orang lain. Manusia yang murah senyum.
Manusia jutex. Manusia yang super tega yang nyopet dompet yang isinya
sebenarnya enggak seberapa. Manusia yang masih mau menyempatkan waktu untuk
shalat, untuk sujud di tenga hiruk pikuk manusia lainnya yang sibuk. Manusia
yang jujur yang mau mengembalikan uang kembalian beli bakwan yang kelebihan.
Manusia yang begini, begitu. Tingkah polah yang kadang menyenangkan, kadang
bikin sebal. Kita sih pasti pengennya selalu sesuai dengan kenyataan. Lebih
bahaya lagi kalau kita ternyata makhluk yang menyebalkan itu. Waah enggak boleh dibiarin. Kita harus segera
mendiaognosis diri nih, nih. Bener nggak ya? Asal tahu saja, atau behaviour
kita itu menjadi cermin kepribadian, lho. Kualitas kepribadian bisa terlihat
dari tingkah laku. Behaviour is reflection of personality . bahasa
udiknya sih gitu. J
Langganan:
Postingan (Atom)

